Aku slalu bermimpi mempunyai kelurga yang sempurna, layaknya seperti orang lain. Tapi takdir mengatakan lain, aku yang lemah mesti menerima semua kenyataan pahit ini sendirian. Kalian berdua yang meninggikan ego masing – masing dan saling menyalahkan yang pada akhirnya aku yang tak tahu apa-apa mesti jadi korban dari indahnya cinta yang kalian berdua perbuat.
"aku tak tahu mesti menyalahkan siapa..?? di antara kalian berdua" Yang pasti akibat apa yang kalian putuskan untuk berpisah, aku merasa sakit hingga waktu tak bisa menjawab. kapan rasa sakit ini akan terobati. Aku sejak kecil tak pernah merasakan kasih sayang yang sempurna dari kalian, aku hanya bisa diam dan menangis melihat keadaanku. karena tak tahu apa rasanya kasih sayang keluarga dan apa artinya keluarga.
Sejak kecil aku hanya bisa menerima didikan dari orang lain. Asrama menjadi tempat tinggal aku hingga aku dewasa pun aku di paksa untuk tetap tinggal di asrama, karna orang yang melahirkanku terdesak oleh ekonomi yang tak mampu untuk hidup bersama, begitu juga dengan orang yang bijaksana. Dengan kebijakannya lebih memilih hidup aku di buang ke pondok asrama, karna dengan aku di buang ke asrama tak ada lagi halangan untuk mendapatkan kebahagian yang sempurna dengan pendamping yang baru.
Kepribadian aku jadi tak jelas dan tak menentu, karena didikan asrama yang mengekang untuk hidup bebas menjadikan aku hanya seorang yang pendiam, dan tak pintar bergaul. Teman pun hanya memiliki beberapa, itu pun hanya segelintir yang menjadi teman sejati atau sahabat. Kebanyakan dari mereka tak suka dengan sikapku ini.
Aku merasa seakan – akan hidup di dunia ini sendiri, tak ada yang memperhatikan aku. Tak tahu apa yang harus aku lakukan, arah tujuan hidupku tak terarah. aku habiskan waktu demi waktuku untuk meratapi takdir ini. Takdir yang tak bisa dihindari. Dan kita hanya bisa pasrah ketika takdir yang berbicara.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar